Jumat, 09 September 2011

Penyebab Stress di Pekerjaan


Stress adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehidupan modern, dimana peningkatan aktifitas pekerjaan akibat era globalisasi, dimana setiap perusahaan harus benar-benar bekerja dengan keras untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu rutinitas pekerjaan yang semakin meningkat, membuat setiap karyawan harus memeras otak, tenaga dan pikiran untuk melaksanakan pekerjaan, agar dapat memperoleh hasil yang baik, sehingga dapat bertahan bekerja dan terhindar dari PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja ) akibat dari bekerja yang tidak baik.
Hal tersebut dapat menimbulkan stress bagi karyawan yang tidak dapat membuat pekerjaan tersebut sebagai hal yang paling disenangi. Adapun penyebab stress pada saat melakukan pekerjaan adalah :
  1. Banyaknya pekerjaan yang diberikan dan tidak dilakukan perencanaan dan penjadwalan pekerjaan, sehingga tidak cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan itu. Perencanaan pekerjaan yang matang, seperti merencanakan proyek, menyusun jadwal mingguan, meyusun jadwal pertemuan mingguan serta rencana pekerjaan tiap hari,  mengurangi pemborosan waktu.
  2. Deadline, merupakan waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Perencanaan dan penyusunan jadwal pekerjaan akan menolong dalam menjalani alur pekerjaan anda. Anda dapat menjadwalkan pekerjaan anda apabila memiliki rentang waktu yang panjang, sehingga anda tidak terburu-buru dalam mengerjakan tugas yang sudah ditetapkan deadline.
  3. Konflik antar pribadi, timbul akibat adanya perbedaan pendapat, kebutuhan, nilai dan harapan. Stress terjadi, akibat setiap orang terlibat dalam konflik kepentingan, dimana seseorang  ingin sesuatu, tetapi orang yang lain tidak menghendakinya. Kita sering berpikir, bahwa jika seorang menang, yang lain kalah, padahal sebenarnya kita harus mencari persamaan dahulu dengan terlebih dahulu mencari akar permasalahan dan menyelesaikannya dengan baik-baik, hilangkan ego untuk sementara. Karena harus diingat, anda harus mempunyai keinginan untuk menyelesaikan masalah.
  4. Besarnya tanggung jawab, tanpa kewenangan, dimana tanggung jawab profesional dapat dijalankan jika ada kewenangan. Sering perusahaan memberikan pekerjaan kepada seseorang, tanpa diberikan kewenangan untuk sedikit mengambil tindakan. Hal ini membuat orang tersebut setiap kebijakan di lapangan, harus melapor dulu kepada pimpinan, sehingga akan menganggu proses melakukan pekerjaan secara efisien dan efektif. Untuk itu perlu diminta kewenangan kepada pimpinan, agar anda dapat menjalankan pekerjaan dengan baik, tanpa ada perasaan stress.
  5. Pada saat berbicara di depan umum, dapat menimbulkan stress, dimana mungkin takut melakukan kesalahan dalam berbicara atau mungkin tidak percaya diri dan juga kurangnya persiapan untuk melakukan pembicaraan di depan umum. Hal ini sering terjadi di dunia kerja, pada saat seseorang di suruh mempresentasikan rencana pekerjaannya, di depan manajemen. Hal ini dapat menimbulkan stress yang tinggi. Untuk itu perlu dilakukan persiapan yang matang, bila perlu melakukan kegiatan pelatihan seperti public speaking, untuk melatih anda berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri.
  6. Diskriminasi dan perbedaan gaji, dimana hal ini sering terjadi di perusahaan, apabila seseorang dekat dengan pimpinan, maka dia akan disayang, sehingga pendapatannya lebih besar dari orang lain yang pekerjaannya lebih bagus dan lebih baik. Hal ini, dapat membuat kita semakin stress, karena kita bekerja dengan baik, tetapi seperti tidak dihargai.  Apabila terjadi hal seperti ini, usahakan anda untuk tetap bekerja sebaik-baiknya. Menurut pengalaman saya, orang yang dekat dengan pimpinan, karena pandai mengambil hati pimpinannya padahal pekerjaannya tidak baik, tidak lama dia akan jatuh atau keluar dari pekerjaan itu. Untuk itu anda bekerja seperti biasa dan sebaik-baiknya, pasti suatu saat akan mendapat perhatian dari pimpinan. Kalau tidak dengan pimpinan yang sekarang, tentu anda akan disenangi pimpinan yang lainnya. Kalau masih anda tidak tahan, anda harus mencari pekerjaan di tempat lain.
Untuk menghadapi stress di pekerjaa, tips dari saya adalah :
  1. Usahakan pekerjaan anda dibuat seperti hobby, dimana kalau kita melakukan hobby pasti akan merasa senang mengerjakannya, walaupun hal ini sangat berat.
  2. Carilah teman-teman yang berempati dengan anda dan memiliki rasa humor, sehingga anda dapat menyatu dengan mereka, sehingga anda dapat merasa senang dalam melakukan kegiatan.
  3. Berdoalah sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan, agar anda melakukan pekerjaan berdasarkan bimbingan dan dukungan dari Tuhan.
  4. Jika kantor ada taman, seringlah jalan-jalan dan menikmati hijaunya daun-daun dan pepohonan.
  5. Bersantai di cafe  atau menonton di bioskop sendiri atau dengan teman-teman sekali-kali, pada waktu makan siang atau setelah pulang kerja.
  6. Manjakan diri anda dengan pergi ke salon, potong rambut, facial atau manicure.
  7. Belikan sesuatu berupa hadiah untuk dirimu.
  8. Duduklah dekat jendela, jika ada perasaan stress.
  9. Usahakan di meja kerja ada tanaman atau bunga yang indah, secara tidak langsung akan membuat perasaan anda akan bahagia.







Rabu, 07 September 2011

Adat Pernikahan Teraneh di Dunia

Pernikahan merupakan momen terpenting yang menandakan penyatuan dua insan. Ada tradisi pernikahan yang dianggap anaeh di dunia antara lain :

1. Dilarang Buang Hajat
Tradisi di Semenanjung Kalimantan ini cukup aneh. Setelah ritual pernikahan yang membahagiakan, suku       Tidung mewajibkan pasangan pengantin harus menunda buang air besar maupun buang air kecil selama 72 jam atau sekitar 3 hari tiga malam.

2. Wanita Harus Gemuk
Gadis yang akan menikah memakan segala macam makanan agar cepat gemuk. Menu makanan harian terdiri dari dua kilogram daging dan lima galon susu unta setiap hari. Jika mereka memuntahkan, petugas pengawas akan menyiksa mereka.

3. "Menghitamkan" Pengantin Wanita  di Skotlandia
Saat pernikahan pasangan pengantin memakan isi perut domba dan pengantin pria memakan pakaian sejenis rok. Pengantin pria, keluarga, dan teman-temannya akan menyiram pengantinwanita dengan telur mentah, air kotor, saus, dan susu basi.

4. Menikahi Hewan di India
India tidak asing dengan berbagai cerita takhayul, termasuk dalam pernikahan. Suku Santhal di India percaya jika seorang bayi perempuan tumbuh gigi di bagian atas gusi terlebih dahulu, pertanda ia akan di makan harimau dalam waktu dekat. Karena itu, ia harus menikah dengan seekor anjing untuk menghapus pengaruh buruk.Setelah upacara pernikhan mengusir setan, si gadis dapat menikah lagi dengan pemuda manusia.

5. Menculik Pengantin Wanita di Roma
Biasanya malam pengantin dihabiskan dengan cara yang romantis, tetapi tidak dengan adat pernikahan di Roma. Pengantin pria diharuskan "menculik" pengantin wanitanya. Budaya ini kental di kehidupan kaum gipsi Romawi.Bila seorang pria berhasil menculik gadis dan menyembunyikan selama 2 sampai 3 hari, mereka resmi menjadi suami istri.

Resource: http://www.nisumapapercups.com/

Seputar Vihara Ratna Vidya Loka,Sumpiuh,Banyumas


Mengenang Masa Lalu Umat Buddha dan Vihara Rtna Vidya Loka

Profil Vihara Ratna Vidya Loka
Vihara Ratna Vidya Loka berada di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Vihara ini berada di pegunungan yang memang Desa Banjarpanepen wilayahnya dataran tinggi. Jarak Vihara ke Jalan Raya sekitar 8 km dan menanjak. Di Kecamatan Sumpiuh terdapat 4 vihara binaan STI, antara lain Vihara Ratna Vidya Loka, Vihara Wanaratana, Vihara Setia Dana dan Vihara Dhamma Vidya Loka. Mayoritas masyarakat di lingkungan Vihara Ratna Vidya Loka adalah umat Buddha secara turun-temurun dari para sesepuh hingga sekarang.
Vihara Ratna Vidya Loka mengadakan berbagai kegiatan keagamaan antara lain Sekolah Minggu yang di laksanakan setiap hari minggu dengan jumlah peserta 20 orang usia Pra sekolah hingga tingkat SLTA,Kebaktian ibu-ibu WANDANI yang di adakan setiap hari Rabu Jam 13.00 WIB s/d selesai, puja bhakti keliling di rumah unat (kebahagiaan atau duka) dan perayaan hari raya agama Buddha (Waisak, Asadha, Kathina dan Maghapuja). Beberapa umat juga aktif dalam kegiatan pertemuan MAGHABUDHI, WANDANI dan PATRIA.

Sejarah Umat Buddha
Agama Buddha di kenal masyarakat Desa Banjarpanepen sekitar tahun 1965 an yang sebelumnya menganut Kepercayaan Kawruh Naluri, yaitu aliran kejawen yang merupakan ajaran sesepuh orang Jawa, setelah Pemerintah Indonesia menganjurkan supaya setiap warga memeluk agama yang di sahkan oleh Pemerintah sebagai pengamalan Sila pertama dari Pancasila Dasar Negara.Semenjak itulah timbul adanya dobrakan dari simpatisan yang bertekad mempelajari agama Buddha lebih mendalam yang nantinya dapat di kembangkan dan mempraktekkan dengan masyarakat setempat, mereka adalah Bapak Cipto Sudarmo, Bapak Atmosuwarno, Bapak Wiryo Sukarto, Bapak Samiharjo, Bapak Mursidi, Bapak Madnasrip, dan Bapak Suroto.
Setelah beberapa waktu lamanya belajar agama Buddha, di sepakatilah membangun cetya sebagai sarana untuk melakukan ibadah yang diberi nama Cetya Ratna Vidya Loka serta pembentukan kepengurusan yang bertujuan untuk mengembangkan agama Buddha yang efisien dan tepat sasaran yang terdiri dari :
                                    Ketua              : Cipto Sudarmo
                                    Sekretaris        : Sulam Hadiwijaya
                                    Bendahara       : Mursidi

Dibantu seksi Kemasyarakatan
1. Madnasrip
2. Wiryo Sukarto
3. Atmo Suwarno
4. Suroto
Seiring perkembangan waktu sejak di bangunnya Cetya Ratna Vidya Loka dan kepengurusannya, hingga sekarang terjadi pergantian nama yang tadinya Cetya Ratna Vidya Loka menjadi Vihara Ratna Vidya Loka serta pergantian kepengurusan. Atas jerih payah dari pengorbanan para sesepuh maka perkembangan agama Buddha di Desa Banjarpanepen yang sangat pesat, hingga meluas se-kecamatan Sumpiuh dan sekitarnya.

Permasalahan Umat Buddha
Kehidupan  umat pada umumnya sangat sederhana. Mata pencaharian mereka adalah petani dan setiap harinya membuat gula merah. Penghasilan yang tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari membuat sulitnya bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Biaya pendidikan yang mahal membuat umat sulit menyekolahkan puter-puterinya. Meskipun demikian umat Buddha menyadari betapa pentingnya pendidikan di sekolah, maka dengan penuh pengorbanan dari beberapa generasi penerus mengabdi di vihara sebagai tempat tinggal dan menjadi anak asuh salah satu anggota Sangha di Vihara Nusa Dhamma Cilacap, yang di bimbing oleh Bhante Jagaro Mahathera. Dan mengabdi di tempat lain sebagai anak asuh agar tetap dapat bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Permasalahan di Vihara Ratna Vidya Loka juga timbul dalam hal perawatan bangunan vihara dan pembinaan kepada umat, dan menaruh harapan agar dapat merenovasi dan membangun kembali vihara yang kokoh, karena vihara yang usia bangunannya sudah tua. Tetapi untuk melaksanakan semua ini tidak mudah sebab memerlukan biaya yang sangat besar. Letak vihara yang di pegunungan dan jarak dari kota yang lumayan jauh menyulitkan mendatangkan Dhammaduta dan jarang memiliki kesempatan mendengarkan ceramah dari para bhikkhu.

Selasa, 06 September 2011

Pribadi Sujito 8

Setelah saya mendaftar kuliah di STAB Maha Prajna Jakarta,sesuai peraturan saya harus tinggal di asrama, tetapi masih dapat diberi izin keluar asalkan alasanya tepat, dan memang sejak saya kenal Ratana Graha sudah mendapat tugas untuk mengajar anak Sekolah Minggu di Rataana GRaha, jadi saya tetap di beri kebebasan izin keluar dari asrama, setelah tugas selesai saya pun harus kembali ke asrama tepat waktu.
Tinggal di asrama STAB Maha Prajna merupakan pengalaman yang tidak terlupakan,karena banyak hal yang di dapat,yang sebelumnya saya terbiasa sembahyang tata cara Agama Buddha Theravada kali ini saya sembahyang tata cara Mahayana,bahasanya susah di mengerti karena bahasa mandarin dan sankerta beda sekali dengan Theravada yang memakai bahasa Pali,tetapi kalau Mahayana bahasa Mandarin dan Sankerta tetapi tujuanya sama yaitu menenangkan pikiran,yang biasanya di asrama Vihara Nusa Dhamma Cilacap sembahyangnya sehari 2 kali pagi dan sore dengan tata cara Theravada,tetapi di asrama sekarang sembahyangnya sehari 3 kali,pagi,siang, dan sore bahkan kalau mau ada sembahyang malam hari,tetapi sembahyang malam hari tidak wajib.Masih banyak lagi deh....keluhan tentang sembahyang tata cara Mahayana,tetapi kalau di lakukan dengan iklas pasti tidak terlalu berat.
Selama kuliah saya pun tidak melupakan seorang cewek yang sudah lama tidak ketemu, tetapi masih dapat komunikasi lewat kirim surat lewat kantor pos,meski zaman sudah maju bisa komunikasi lewat sms, facebook,BBM,dll tetapi saya dan Muryani memilih komunikasi seperti di zaman masa lampau yang orang bilang ketinggalan zaman......yaaaa sebenarnya sih saya ingin seperti orang lain pacaran,ketemu tipa malam minggu,smsan,dll tetapi saya tidak dapat lakukan hal itu karena jarak dan waktu yang memisahkan, saya kuliah di Jakarta sementara Muryani menjadi TKI di Singapura yang masa kontraknya 3 tahun.Saat saya semester 5 Muryani pulang dari Singapura karena masa kontraknya sudah habis,tetapi saya pun belum bisa ketemu.Anehnya saat pulang,menelpon saya tetapi tidak menyebutkan nama Muryani tetapi Murni padahal yang saya kenal Murni banyak bukan hanya satu orang, saya pikir teman saya dan saya mengatakan tidak mengenali bahwa yang menelpon adalah Muryani.mulanya adu mulut lewat telpon dan akhirnya saling mengalah dan minta maaf.
Keuntungan kuliah di STAB Maha Prajna Jakarta selain fasilitas tempat tinggal dan makan secara cuma-cuma  mahasiswa mendapat beasiswa dari Departemen Agama, dan saya juga mendapat bantuan dari pihak lain,lumayan lah jadi tidak selalu bergantung sama orangtua, tidak enak dong sudah dewasa minta terus sama orangtua.Apalagi orang-orang mengenal saya sudah kerja enak hidup di Jakarta,meski dalam hati pedih,pahit, dll. Dalam keadaan seperti itu di bulan Maret tahun 2011 saya di ajak ikut bisnis MLM Anion, tetapi tidak berjalan dengan lancar, malah menjadi tidak karuan menanggung beban hutang berlipat ganda....Stressss deh rasanya.....Di kampus saya mencalonkan sebagai ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2009 s/d 2010 kalau di Sekolah Lanjutan sebagai Ketua OSIS, tetapi kalah dan teman-teman mahasiswa memberi kepercayaan sebagai Sie. Kerohanian periode 2009 s/d 2010 meski belum tau tugas-tugasnya tetapi berusaha cari tau kepada yang sudah pengalaman.serta di percaya sebagai ketua kamar di asrama.Meski susah mengatur waktu saya tetap bertanggungjawab dengan tugas-tugasnya dengan baik.Kalau liburan dan tidak ada tugas yang penting saya menyelesaikan di Ratana Graha Green Ville,yang sudah anggap sebagai rumah sendiri.
Sejak mengenal Ratana Graha tahun 2005 yang beralamat Perumh. Green Ville Blok AL No. 3 Jakarta Barat, dari tidak tau apa tentang Ratana Graha hingga sekarang tahun 2011di percaya mengelola Sekolah Minggu dan Bursa tempat menjual accessorries Agama Buddha seperti buku tentang pengetahuan Buddha Dhamma, kalung,dll.
Sesuai rencana saya menyelesaikan kuliah di tahun 2012.Saat ini tanggal 6 September 2011 saya memasuki semester 7, tetapi saat ini belum aktif kuliah.
SAMPAI JUMPA LAGI DI LAIN CERITA................
SEMOGA BERMANFAAT PENGALAMAN PRIBADI SUJITO INI.....
SAYA TULIS BERDASARKAN FAKTA YANG BENAR-BENAR NYATA........
TERIMA KASIH...... 
  

Pribadi Sujito 7

Setelah Orientasi selasai selama 3 hari 2 malam,peserta semua pulang ke tempat masing-masing termasuk saya, tetapi untuk menuju hidup yang lebih baik lagi perlu pengerobanan luar biasa.
Saya masih membutuhkan saran orang lain yang bersedia memberi semangat, bantuan dan dukungan dengan iklas.Dari hasil curhat saya dengan orang-orang, saya di sarankan kuliah di Perguruan Agama Buddha khususnya di DKI Jakarta ada beberapa pilihan antara lain STAB Nalanda,Cakung, STAB N Sri Wijaya, Tangerang,STAB Maha Prajna Jakarta di Cilincing, dan masih banyak lagi Perguruan Agama Buddha di DKI Jakarta.Dalam satu hari saya mendatangi kampus STAB N Sri Wijaya bersama Suwari, tetapi dalam tidak cocok salah satunya karena tempatnya di perkampungan jauh dari fasilitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,dan masih banyak lagi kekurangannya.Sebelum meninggalkan kampus saya tidak henti-hentinya minta saran yang terbaik kepada Suwari.Kemudian karena tidak cocok, saya mendatangi kampus STAB Maha Prajna Jakarta yang berada di Cilincing,tetapi tidak di temani Suwari karena saat itu lagi sakit bisul di pantatnya tidak kuat melanjutkan perjalanaan, akhirnya saya beraangkat sendiri yang hanya di kasih alamat serta di kasih petunjuk menuju Tanjungpriok, meski saya belum tau daerah tersebut dengan modal nekad akhirnya ketemu juga tempat yang saya tuju dengan sering bertanya kepada orang yang saya temui takut salah alamat,dll.Dan sebelumnya saya tidak mengetahui peraturan serta latar belakang kampus STAB Maha Prajna,cuma di kasih tau kalau tata cara sembahyang secara Mahayana sedangkan saya latar belakang dari Theravada dan kakak saya alumni STAB Maha Prajna serta ada 2 teman lama yang dahulu merupakan teman seperjuangan saat di Asrama Vihara Nusa Dhamma Cilacap,  akhirnya saya memilih kuliah di STAB Maha Prajna Jakarta selama 4 tahun menyelesaikan 8 semester yang setelah lulus menyandang gelar S1 Sarjana Agama (S.Ag).
Bersambung Bagian Ke 8...........

Pribadi Sujito 6

Di tempat kerja yang baru di Kosambi Blok A6 Randu mengalami bangkrut,maka profesi di alihkan di Taman Ratu Blok D2 No. 3 Jakarta Barat yang tempat tinggal bos saya,di Taman Ratu kerjaan saya lap kaca,menyapu lantai,lap mobil,ya sambil dapat kerjaan dari bos yang memang bangunya tidak menentu,daripada bengong tidak ada salahnya mengerjakan hal-hal yang bermanfaat di tempat kerjaan.Setelah bos sudah bangun saya pun melaksanakan perintahnya yang saat itu bisnis online lewat internet action figure mainan seperti Superman,Batman,Masked Rider,dll.Mulai dari mencatat stok barang,pengepakan,pengiriman barang hingga ikut memasarkan action figure melalui internet.Meskipun saat itu saya masih awam tentang internet,tetapi kesempatan saya yang pertama kali kenal dan belajar bagaimana internetan.Masih ada lagi yang di jual salah satuunya es cream,ikan dan ayam presto,matras meditasi.Pengiriman barangnya pun beragam melalui TIKI,antar langsung dengan sepeda motor,dll.
Saya jalani kerjaan tersebut selama 2 tahun...ya lumayan lah ada hasilnya, salah satu hasil kerja ibaratnya banting tulang yaitu sepeda motor Shogun yang di beli dari teman satu kerjaan saat di Proposter sebut saja Budiono,teman sekampung juga.Meski mahal saya hanya bisa kredit,maklum tidak ada uang cash. Saya Kredit selama 14 bulan,tetapi berkat keuletan dan usaha maksimal saya dapat menyelesaikan angsuran dalam 12 bulan, pengeluaran tiap hari dari makan,beli bensin,dll saya catat dalam satu buku yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengeluaran dalam 1 bulan.Di tahun 2011 masih bagus mesinya karena perawatan yang bagus pula.
Setelah lunas membeli motor Shogun,selang satu tahun saya bekerja bos bangkrut lagi, saya pun di tawari bekerja satu bulan di tempat tersebut,tetapi jika tidak dapat membayar gaji maka saya tidak bekerja lagi di tempat tersebut...dalam hati "bingung,kecewa,trauma,jadi satu,karena saat bos bilang seperti itu saya tidak ada tempat lain yang di jadikan tempat kerjaan, mau pulang kampung pasti menganggur tidak enak sama orangtua,tetap di Jakarta  tidak ada penghasilan" bingung deh.....ada beruntunglah selama satu tahun saya memanfaatkan menyisihkan uang meski sedikit. Saat itu saya mengadu bagi pengalaman pahit saya kepada Suwaari (teman yang ajak saya tinggal di Ratana Graha) yang sudah saya anggap adik sendiri kalau ada masalah saling curhat.Saat bersamaan dari Kanwil DKI Jakarta ada orientasi Guru Sekolah Minggu dan Ratana Graha di undangan, menunjuk saya sebagai perwakilan dari Ratana Graha dan memang panitia orientasi ibu SrikuncokoWeni alumni pengurus Ratana Graha periode 2008 s/d 2009. Dengan percaya diri saya pun curhat dengan ibu Srikuncoko Weni masalah yang saya alami, saya berani curhat seperti ini karena menganggap sebagai ibunya sendiri,saat acara orientasi usai yang saat itu di hadiri Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha (Bpk. Joko Wuryanto) serta Pembimas Agama Buddha DKI Jakarta (Bpk. Nyoman Suriya Dharma), saya di suruh ketemu di kamar hotel untuk menyampaikan keluhan saya.....malu,takut, tidak percaya diri menghantui saya saat menuju kamarnya dan sebelum mengetuk pintu, maklum saja tidak biasa ketemu pejabat......
Dengan tekad bulat dan percaya diri saya pun masuk ke kamarnya, yang saat itu dalam satu kamar di tempati oleh Bpk. Joko Wuryanto dan Bpk. Nyoman Suriya Dharma.Berkat dukungan dari berbagai pihak yang tidak akan terlupakan sepanjang hidupku, maka hidupku pun lebih bermanfaat meski masih banyak yang harus saya perjuangkan.
Bersambung Bagian Ke 7.............  

Senin, 05 September 2011

Pribadi Sujito 5

Pada kali ini Sujito ingin berbagi pengalaman yang di bilang manis dan pahit yang di alami saya sendiri.
Setelah lulus sekolah saya pun pergi merantau ke kota metropolitan Jakarta yang kataa orang mengadu nasib di kota besar,saya berangkat ke Jakarta yang memang sebelumnya di ajak kerja di Proposter,percetakan Digital yang masuk kerja jam 8.30 WIB dan pulang tidak tentu jam berapa yang penting hari itu kerjaan selesai entah sampai larut malam tidak jadi alasan,yang penting kerjaan beres.Saat itu saya, kakak sebut saja Parsilan dan teman-teman sekampung tinggal di kontrakan  yang cukup di tempati 4 orang di daerah Kebon Jeruk dekat RCTI, dan tempat kerjanya di ruko Graha Mas.Setelah saya jalani kerja di Proposter tidak lama kira-kira 1 tahun,kemudian kantornya pindah ke Tomang.Dan saya pun tetap kerja dengan iklas apapun yang terjadi meski pedih, lelah,dll tak saya hiraukan.
Saya kerja di Proposter selama 18 bulan karena ada masalah yang menyakitkan,sebenarnya sih gaji yang saya terima jauh lebih bagus kalau belum berkeluarga, saya putuskan pindah kerjaan ,tetapi sebelum pindah sudah ada tempat lain yang mau menerima saya.Selama kerja di Proposter saya sering pergi kemana saja yang di sukai, ke tempat yang belum di kunjungi di Jakarta (Vihara,Kampus,Ramayana,dll).Dengan adanya kemajuan teknologi tidak mau kalah memiliki Hanphone layaknya orang kaya,yang saat itu membeli HP Nokia tipe 2100,tetapi uangnya masih kurang dan untungnya ada kakak yang baik hati meminjamkan uang buat beli HP seharga Rp 700,000 jangan salah harga HP saat itu sangat mahal.
Dari pergi jalan-jalan di Jakarta selama kurang lebih 1 tahun ada hal yang menyakitkan yakni HP yang dibeli pertama kali tersebut hilang, kejadiannya saya diajak sama orang yang tak di kenal ke daerah Tangerang,seperti di Hipnotis tanpa sadar saya meminjamkan HP dan saya di kasih perhiasan yang di bungkus kain putih, tetapi semuanya palsu atau imitasi.Pedih,kecewa sekali saat itu.....inikah akibat dari orang yang tidak mau bertobat dengan berbuat baik di Vihara??????????? Hal ini sering saya tanyakan dalam hati....
Saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak di Vihara Pluit Dhamma Sukha,Pluit saya lihat brosur bahwa di Cetiya Ratana Graha Jakarta juga ada perayaan Waisak yang memberikan ceramah Bhante Jagaro Mahathera,karena rasa bhaktinya kepada beliau saya pun mencari Cetiya Ratana Graha, Green Ville.Setelah ketemu Cetiya Rataana Graha yang di tuju, saya pun di sambut dengan hangat,orang-orangnya ramah baik hati,tiap mingggu saya pun kebaktian tiap minggu, pada awalnya saya hanya kenal 3 orang yaitu Komala,Sarisilowati, dan Desi tetapi lama-lama banyak juga orang yang saya kenal,6 bulan kemudian Cetiya Ratana Graha pindah lokasi yang tetap di Perumahan Green Ville cuma beda Blok yang kini lebih megah lantai 3 namanya pun berubah menjadi Ratana Graha sebuah vihara megah.
Selang beberapa bulan seperti biasa saya rutin kebaktian tiap minggu,memang sebelum di Jakarta saya di percaya Mengurusi anak-anak Sekolah Minggu, dan sekarang pun di percaya mengurusi anak-anak Sekolah Minggu hingga sekarang, awalnya sih takut karena saya dari kampung orang miskin sedangkan di Green Ville orang-orangnya kaya,gayanya top abis...tetapi saya tidak minder melakukan apa yang saya bisa,hasilnya pun bisa seperti orang di Green Ville pada umumnya dan tidak melupakan teman-teman di kampung dahulu,setiap pulang pasti main,ngobrol dengan teman-teman lama.
Seiring berjalannya waktu saya nikmati kehidupan di Jakarta,sekarang bekerja pada bos yang kedua setelah di Proposter,dalam pikiran wahhhh ...setelah pindah kerjaan pasti lebih baik dari sebelumnya,tetapi semua bayangan tersebut berubah total,kerjanya tidak karuan,jualan kue keliling,di sekolahan dan daerah lain di Kosambi Cengkareng bahkan sampe di daerah Cipondoh Tangerang,lelahnya bukan main.Namun saya lakukan demi mengisi perut,tinggal di kontrakan di Randu Kosambi dekat Masjid megah di dekat jalan....wahhhh bisingnya bukan main.
Tak di duga di Ratana Graha ada teman sebut saja Suwari,dulu pernah ikut latihan Pabajja Samanera baersama tahun 2001.Bukanya sombong yang mengenali bukanya saya dahulu,tetapi Suwari dan kenal saya, maklumlah sudah lama dan saya tidak ingat sama sekali.Setelah kenal, ngobrol saya di ajak tinggal di Ratana Graha awalnya tidak enak sama orang-orang di Green Ville,tetapi karena darurat,saya juga perlu penghematan, tidak boros bayar kontrakan,dll saya memutuskan tinggal di Ratana Graha sampai sekarang.
Bersambung Bagian Ke 6  

Pribadi Sujito 4

Sebelum cerita cari kerjaan setelah lulus sekolah di Cilacap,ada hal yang membahagiakan bagi saya,dari hal-hal yang pahit saat tinggal di asrama maklum sebagai manusia pasti punya hasrat punya cewek,tetapi selama sekolah SD hingga SMK masih malu-malu kucing,tidak berani pacaran dan anehnya dari sifat pendiam dan pemalu yang saya miliki ada cewek yang perhatian sebut saja namanya Muryani dari Ayamalas,Kroya.Awalnya saling tukar alamat sekolah dan tempat kerja yang di Jakarta dia, akhirnya saling kirim surat dan cinta monyet...hingga saya dapat kerjaan di Jakarta.Sekian lama saya dan Muryani saling kirim surat,ada teman Muryani iseng dan bilang sama Sujito kalau Muryani mau nikah sama cowok lain (marah,kecewa,cemburu,dll jadi satu....)yang saat itu saya pegang fotonya Muryani yang di kasih sama saya sebelumnya,saya sobek-sobek tidak mau lagi kenal (dalam hati yang cemburu).
Setelah lama tidak berkomuniksi ya.....kira-kira 2 tahunan,saya dan Muryani saling selingkuh,tetapi saling putus dalam waktu yang bersamaan.Dengan berjalannya waktu kami berdua saling menanyakan kabar, yang di mulai saya kuliah di STAB Maha Prajna Jakarta, dan Muryani bekerja sebagai TKI di Singapura. Setelah Muryani  pulang dari Singapura, kami berdua pun melepas rindu meski sebentar.
Bersambung Ke Bagian 5........

Pribadi Sujito 3

Setelah Lulus menuntut ilmu di SLTP Negri 1 Sumpiuh pada tahun 2001, saya tetap berjuang terus demi pendidikan, ibarat peribahasa "Menimba Ilmu ke Negri Cina",tetapi kali ini saya menuntut ilmu ke Cilacap dengan tinggal di Asrama di Vihara Nusa Dhamma Cilacap di bawah bimbingan Bhante Jagaro Mahathera.Saat itu saya 3 orang berasal dari Sumpiuh 2 bersekolah di SMK/SMA (Sujito,Lasino), 1 orang bersekolah di SMP(Eka Mujiono) dan teman-teman lainya dari tempat yang berbeda-beda,secara keseluruhan dapat saya sebutkan sebagai berikut:
1. Sujito (SMK YPE Cilacap) berasal dari Sumpiuh
2. Lasino (SMKSRI MUKTI Cilacap) berasal dari Sumpiuh
3. Triningsih (SMK YPE Cilacap) berasal dari Karangduwur,Kebumen
4. Dartini (SMK YPE Cilacap) berasal dari Karangduwur,Kebumen
5. Sukarni (SMK YPE Cilacap) berasal dari Widara Payung Kulon
6. Eka Mujiono (SLTP Negri 4 Cilacap) berasal dari Sumpiuh
7. Samini (SLTP Negri 8 Cilacap) berasal dari Ayamalas, Kroya
Selama 3 tahun saya dan teman-teman hidup jauh dari orangtua dengan berbagai sifat dan karakter yang berbeda-beda,hari berganti hari,bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan di SMK YPE Cilacap tinggal di Vihara Nusa Dhamma Cilacap.
Dari 6 teman hanya Eka Mujiono yang tidak tahan hidup di asrama, kembali ke orangtua saat kelas 2 SLTP.Jadwal keseharian di asrama,jam 5 pagi harus sembahyang kira 30 menit, setelah itu bersih-bersih ada yg ngepel lantai,nyapu halaman,dll di lanjutkan persiapan ke sekolah hingga jam 2 siang baru pulang.Sesampai di vihara tidak langsung makan siang,tetapi menunggu masak terlebih dahulu kira-kira 1 jam lamanya.ya maklum lah yang tinggal semuanya sekolah, jadi harus terima keadaan yang pahit tersebut.Setelah makan siang,istirahat sebentar ada yang tidur,bersaantai-santai,dll. Jam 4 sore  saatnya bersih-bersih lagi hingga jam 18.30, dan jam 19.00 harus sembahyang lagi hingga jam 19.30. di lanjutkan makan malam,belajar bersaama hingga tidak dapat di tentuka jam berapa selesainya,mungkin bisa tengah malam bahkan sampai jam 2 dini hari. Selama 3 Tahun lamanya saya lakukan kegiatan ini beserta teman-teman lainnya.
Selain saya melakukan  kegiatan rutin seperti diatas,saya juga ikut membantu pembangunan Vihara Dhammasaddha yang lokasinya di Ayamalas, Kroya selama 3 tahun dengan waktu tidak menentu.
Tiga tahun sudah berlalu, Kebahagiaan terpancar saat di izinkan pulang ke rumah, maklum saya sudah 6 bulan baru dapat pulang,dan bahagiaa banget ketika ada pengumuman LULUS menuntut ilmu di  SMK YPE Cilacap.Saat perpisahan di Vihara diadakan Syukuran tumpengan sabagai rasa bahagia dapat Lulus Sekolah.
Saya dan teman-teman pun berpisah, saya langsung kerja di Jakarta, sementara teman-teman yang lain belum jelas mau bagaimana nasibnya setelah lulus sekolah.
Bersambung Ke Bagian 4...........


Pribadi Sujito 2

Lambat laun usia bertambah karena orangtua setia memberi makan tiap hari maka badan saya tumbuh besar dan makin dewasa.
Menginjak usia 6 tahun tepatnya tahun 1990, biasanya para orangtua dan teman sebaya saya masuk sekolah,saya di beri kepercayaan bersekolah di SDN Karangaren yang terdekat dengan rumah,ya sebenarnya sih jarah rumah dengan sekolah bisa di bilang jauh kurang 2 km.Setelah satu tahun bersekolah saatnya pengumuman kenaikan kelas..Memang dasar nasib saya mujur, saya tidak naik kelas tetap duduk di kelas 1.Setelah itu dengan penuh kegigihan dan keuletan bapak/ibu guru dalam membimbing saya hingga naik kelas 6 dan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Pengumuman kelulusan tiba,saatnya masuk sekolah lanjutan pada tahun 1997.dengan rasa percaya diri membawa ijasah dengan NEM yang di bilang tidak mengecewakan, mendaftar ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negri 1 Sumpiuh, dengan hasil pengumuman di Terima di SLTP Negri 1 Sumpiuh.Meskipun jarak yang lebih jauh lagi daripada saat di bangku Sekolah Dasar,kini jarak rumah ke sekolah mencapai 7 km,dan saya mengambil keputusan tinggal di rumah sanak keluarga yang jaraknya tidak begitu jauh....ya kira-kira 3 km.
Setelah tinggal di rumah sanak keluarga selama 9 bulan, ternyata tidak betah dan selama 3 bulan saya rela berangkat dan pulang sekolah dengan naik angkot.Pagi-pagi jam 5 harus bangun menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat sekolah meskipun udara sangat dingin,maklumlah tinggal di pegunungan.Tiap hari naik angkot, tetapi nasibnya tidak seperti anak-anak di perkotaan dengan tenang duduk tenang di angkot,saya dengan penumpang angkot duduk di atap mobil beserta anak sekolah terutama laki-laki.
Setelah pengumuman naik ke kelas 2,saya tidak henti-hentinya berjuang terus.Kali ini saya memutuskan tinggal di vihara Setia Dana di kecamatan Sumpiuh, yang jaraknya juga tidak begitu jauh dari sekolahan kira-kira 3 km.Saya tinggal bersama 5 orang termasuk saya sendiri,dengan cuci pakaian, masak sendiri, waktu terus berjalan hingga 2 tahun lamanya, yang awalnya di Vihara Setia Dana di tempati 5 orang karena teman-teman tidak betah maka satu demi satu tidak lagi tinggal di vihara hingga tersisa 2 orang yaitu saya dan kakak saya.Meski saya dari keluarga yang di bilang kurang mampu,tetapi saya tidak nyerah menuntut ilmu,saat kelas 1 hingga kelas 2 di SLTP N 1 Sumpiuh ada les Komputer hingga kelas 2 dengan biaya sekitar 60 ribu sebulan,meski saya belum paham tetap mengikuti dengan serius.Setelah les komputer usai, saya lanjutkan kembali ke tempat lain di luar pendidikan di Sekolahan,dengan biaya Rp 180,000 selama 8 bulan, minta sama orang tua. Awalnya orangtua keberatan dengan biaya sebesar itu,namun saya tetap ikut les dengan memberi penjelasan sama orangtua hingga 1 tahun,sebenarnya 8 bulan tetapi sama pemiliknya di beri tambahan waktu.Dan saya pun dapat lulus dengan hail tidak mengecawakan di tahun 2001.
Bersambung Ke bagian 3.........

Pribadi Sujito 1

Dahulu saya di kandung oleh ibu  selama 9 bulanan,detik berganti detik,hari berganti hari dan bulan pun berganti. Sekarang tiba saatnya saya untuk hadir di alam manusia dengan di awali menangis sebagai simbol betapa menderitanya hidup di alam manusia.Tangis bahagia nan cemas dirasakan oleh sanak keluarga meskipun saya tidak menyukai keadaan yang tidak nyaman,tetapi saya tak berdaya untuk menolak dan harus menerima semua keadaan meski menderita.
Setelah lewat satu minggu  atau 7 hari,orangtua saya mengundang tetangga pada malam hari untuk melakukan syukuran dan memberi nama yang menarik dan bebas dari petaka selama hidup saya.Saat itulah saya di beri nama Sartimin. Semenjak saya mengalami penderitaan yang amat pedih hampir saja meninggal, tidak bisa hidup di alam manusia, tidak tau namanya penyakit apa di bagian perut kena luka mengeluarkan nanah sebanyak satu rantang. Tetapi berkah keagungan Tuhan dan kekuatan perbuatan baik yang pernah saya lakukan di kehidupan masa lampau, keluarga merawat saya dengan hati-hati dan penuh kasih sayang mengharapkan kesembuhan. Ternyata nama Sartimin tidak membawa keberuntungan dan keluarga mengubah nama menjadi Sujito,dengan harapan dapat membawa berkah, kebahagiaan, dan memberi yang terbaik dalam hidupku.
Saat usia balita, suka bermain seperti yang dirasakan teman sebaya saat itu. Di dekat rumah ada pohon mangga buahnya muda belum ada tanda-tanda matang,saat membawa mangga di posisi perut,tak taunya ada jetah yang menempel di perut,sampai-sampai perut saya infeksi mengeluarkan darah.
Waaaahhhh hidup ini bener-bener menderita sekali.
Bersambung Ke bagian 2.......