Lambat laun usia bertambah karena orangtua setia memberi makan tiap hari maka badan saya tumbuh besar dan makin dewasa.
Menginjak usia 6 tahun tepatnya tahun 1990, biasanya para orangtua dan teman sebaya saya masuk sekolah,saya di beri kepercayaan bersekolah di SDN Karangaren yang terdekat dengan rumah,ya sebenarnya sih jarah rumah dengan sekolah bisa di bilang jauh kurang 2 km.Setelah satu tahun bersekolah saatnya pengumuman kenaikan kelas..Memang dasar nasib saya mujur, saya tidak naik kelas tetap duduk di kelas 1.Setelah itu dengan penuh kegigihan dan keuletan bapak/ibu guru dalam membimbing saya hingga naik kelas 6 dan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Pengumuman kelulusan tiba,saatnya masuk sekolah lanjutan pada tahun 1997.dengan rasa percaya diri membawa ijasah dengan NEM yang di bilang tidak mengecewakan, mendaftar ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negri 1 Sumpiuh, dengan hasil pengumuman di Terima di SLTP Negri 1 Sumpiuh.Meskipun jarak yang lebih jauh lagi daripada saat di bangku Sekolah Dasar,kini jarak rumah ke sekolah mencapai 7 km,dan saya mengambil keputusan tinggal di rumah sanak keluarga yang jaraknya tidak begitu jauh....ya kira-kira 3 km.
Setelah tinggal di rumah sanak keluarga selama 9 bulan, ternyata tidak betah dan selama 3 bulan saya rela berangkat dan pulang sekolah dengan naik angkot.Pagi-pagi jam 5 harus bangun menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat sekolah meskipun udara sangat dingin,maklumlah tinggal di pegunungan.Tiap hari naik angkot, tetapi nasibnya tidak seperti anak-anak di perkotaan dengan tenang duduk tenang di angkot,saya dengan penumpang angkot duduk di atap mobil beserta anak sekolah terutama laki-laki.
Setelah pengumuman naik ke kelas 2,saya tidak henti-hentinya berjuang terus.Kali ini saya memutuskan tinggal di vihara Setia Dana di kecamatan Sumpiuh, yang jaraknya juga tidak begitu jauh dari sekolahan kira-kira 3 km.Saya tinggal bersama 5 orang termasuk saya sendiri,dengan cuci pakaian, masak sendiri, waktu terus berjalan hingga 2 tahun lamanya, yang awalnya di Vihara Setia Dana di tempati 5 orang karena teman-teman tidak betah maka satu demi satu tidak lagi tinggal di vihara hingga tersisa 2 orang yaitu saya dan kakak saya.Meski saya dari keluarga yang di bilang kurang mampu,tetapi saya tidak nyerah menuntut ilmu,saat kelas 1 hingga kelas 2 di SLTP N 1 Sumpiuh ada les Komputer hingga kelas 2 dengan biaya sekitar 60 ribu sebulan,meski saya belum paham tetap mengikuti dengan serius.Setelah les komputer usai, saya lanjutkan kembali ke tempat lain di luar pendidikan di Sekolahan,dengan biaya Rp 180,000 selama 8 bulan, minta sama orang tua. Awalnya orangtua keberatan dengan biaya sebesar itu,namun saya tetap ikut les dengan memberi penjelasan sama orangtua hingga 1 tahun,sebenarnya 8 bulan tetapi sama pemiliknya di beri tambahan waktu.Dan saya pun dapat lulus dengan hail tidak mengecawakan di tahun 2001.
Bersambung Ke bagian 3.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar