Pada kali ini Sujito ingin berbagi pengalaman yang di bilang manis dan pahit yang di alami saya sendiri.
Setelah lulus sekolah saya pun pergi merantau ke kota metropolitan Jakarta yang kataa orang mengadu nasib di kota besar,saya berangkat ke Jakarta yang memang sebelumnya di ajak kerja di Proposter,percetakan Digital yang masuk kerja jam 8.30 WIB dan pulang tidak tentu jam berapa yang penting hari itu kerjaan selesai entah sampai larut malam tidak jadi alasan,yang penting kerjaan beres.Saat itu saya, kakak sebut saja Parsilan dan teman-teman sekampung tinggal di kontrakan yang cukup di tempati 4 orang di daerah Kebon Jeruk dekat RCTI, dan tempat kerjanya di ruko Graha Mas.Setelah saya jalani kerja di Proposter tidak lama kira-kira 1 tahun,kemudian kantornya pindah ke Tomang.Dan saya pun tetap kerja dengan iklas apapun yang terjadi meski pedih, lelah,dll tak saya hiraukan.
Saya kerja di Proposter selama 18 bulan karena ada masalah yang menyakitkan,sebenarnya sih gaji yang saya terima jauh lebih bagus kalau belum berkeluarga, saya putuskan pindah kerjaan ,tetapi sebelum pindah sudah ada tempat lain yang mau menerima saya.Selama kerja di Proposter saya sering pergi kemana saja yang di sukai, ke tempat yang belum di kunjungi di Jakarta (Vihara,Kampus,Ramayana,dll).Dengan adanya kemajuan teknologi tidak mau kalah memiliki Hanphone layaknya orang kaya,yang saat itu membeli HP Nokia tipe 2100,tetapi uangnya masih kurang dan untungnya ada kakak yang baik hati meminjamkan uang buat beli HP seharga Rp 700,000 jangan salah harga HP saat itu sangat mahal.
Dari pergi jalan-jalan di Jakarta selama kurang lebih 1 tahun ada hal yang menyakitkan yakni HP yang dibeli pertama kali tersebut hilang, kejadiannya saya diajak sama orang yang tak di kenal ke daerah Tangerang,seperti di Hipnotis tanpa sadar saya meminjamkan HP dan saya di kasih perhiasan yang di bungkus kain putih, tetapi semuanya palsu atau imitasi.Pedih,kecewa sekali saat itu.....inikah akibat dari orang yang tidak mau bertobat dengan berbuat baik di Vihara??????????? Hal ini sering saya tanyakan dalam hati....
Saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak di Vihara Pluit Dhamma Sukha,Pluit saya lihat brosur bahwa di Cetiya Ratana Graha Jakarta juga ada perayaan Waisak yang memberikan ceramah Bhante Jagaro Mahathera,karena rasa bhaktinya kepada beliau saya pun mencari Cetiya Ratana Graha, Green Ville.Setelah ketemu Cetiya Rataana Graha yang di tuju, saya pun di sambut dengan hangat,orang-orangnya ramah baik hati,tiap mingggu saya pun kebaktian tiap minggu, pada awalnya saya hanya kenal 3 orang yaitu Komala,Sarisilowati, dan Desi tetapi lama-lama banyak juga orang yang saya kenal,6 bulan kemudian Cetiya Ratana Graha pindah lokasi yang tetap di Perumahan Green Ville cuma beda Blok yang kini lebih megah lantai 3 namanya pun berubah menjadi Ratana Graha sebuah vihara megah.
Selang beberapa bulan seperti biasa saya rutin kebaktian tiap minggu,memang sebelum di Jakarta saya di percaya Mengurusi anak-anak Sekolah Minggu, dan sekarang pun di percaya mengurusi anak-anak Sekolah Minggu hingga sekarang, awalnya sih takut karena saya dari kampung orang miskin sedangkan di Green Ville orang-orangnya kaya,gayanya top abis...tetapi saya tidak minder melakukan apa yang saya bisa,hasilnya pun bisa seperti orang di Green Ville pada umumnya dan tidak melupakan teman-teman di kampung dahulu,setiap pulang pasti main,ngobrol dengan teman-teman lama.
Seiring berjalannya waktu saya nikmati kehidupan di Jakarta,sekarang bekerja pada bos yang kedua setelah di Proposter,dalam pikiran wahhhh ...setelah pindah kerjaan pasti lebih baik dari sebelumnya,tetapi semua bayangan tersebut berubah total,kerjanya tidak karuan,jualan kue keliling,di sekolahan dan daerah lain di Kosambi Cengkareng bahkan sampe di daerah Cipondoh Tangerang,lelahnya bukan main.Namun saya lakukan demi mengisi perut,tinggal di kontrakan di Randu Kosambi dekat Masjid megah di dekat jalan....wahhhh bisingnya bukan main.
Tak di duga di Ratana Graha ada teman sebut saja Suwari,dulu pernah ikut latihan Pabajja Samanera baersama tahun 2001.Bukanya sombong yang mengenali bukanya saya dahulu,tetapi Suwari dan kenal saya, maklumlah sudah lama dan saya tidak ingat sama sekali.Setelah kenal, ngobrol saya di ajak tinggal di Ratana Graha awalnya tidak enak sama orang-orang di Green Ville,tetapi karena darurat,saya juga perlu penghematan, tidak boros bayar kontrakan,dll saya memutuskan tinggal di Ratana Graha sampai sekarang.
Bersambung Bagian Ke 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar