Rabu, 07 September 2011

Seputar Vihara Ratna Vidya Loka,Sumpiuh,Banyumas


Mengenang Masa Lalu Umat Buddha dan Vihara Rtna Vidya Loka

Profil Vihara Ratna Vidya Loka
Vihara Ratna Vidya Loka berada di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Vihara ini berada di pegunungan yang memang Desa Banjarpanepen wilayahnya dataran tinggi. Jarak Vihara ke Jalan Raya sekitar 8 km dan menanjak. Di Kecamatan Sumpiuh terdapat 4 vihara binaan STI, antara lain Vihara Ratna Vidya Loka, Vihara Wanaratana, Vihara Setia Dana dan Vihara Dhamma Vidya Loka. Mayoritas masyarakat di lingkungan Vihara Ratna Vidya Loka adalah umat Buddha secara turun-temurun dari para sesepuh hingga sekarang.
Vihara Ratna Vidya Loka mengadakan berbagai kegiatan keagamaan antara lain Sekolah Minggu yang di laksanakan setiap hari minggu dengan jumlah peserta 20 orang usia Pra sekolah hingga tingkat SLTA,Kebaktian ibu-ibu WANDANI yang di adakan setiap hari Rabu Jam 13.00 WIB s/d selesai, puja bhakti keliling di rumah unat (kebahagiaan atau duka) dan perayaan hari raya agama Buddha (Waisak, Asadha, Kathina dan Maghapuja). Beberapa umat juga aktif dalam kegiatan pertemuan MAGHABUDHI, WANDANI dan PATRIA.

Sejarah Umat Buddha
Agama Buddha di kenal masyarakat Desa Banjarpanepen sekitar tahun 1965 an yang sebelumnya menganut Kepercayaan Kawruh Naluri, yaitu aliran kejawen yang merupakan ajaran sesepuh orang Jawa, setelah Pemerintah Indonesia menganjurkan supaya setiap warga memeluk agama yang di sahkan oleh Pemerintah sebagai pengamalan Sila pertama dari Pancasila Dasar Negara.Semenjak itulah timbul adanya dobrakan dari simpatisan yang bertekad mempelajari agama Buddha lebih mendalam yang nantinya dapat di kembangkan dan mempraktekkan dengan masyarakat setempat, mereka adalah Bapak Cipto Sudarmo, Bapak Atmosuwarno, Bapak Wiryo Sukarto, Bapak Samiharjo, Bapak Mursidi, Bapak Madnasrip, dan Bapak Suroto.
Setelah beberapa waktu lamanya belajar agama Buddha, di sepakatilah membangun cetya sebagai sarana untuk melakukan ibadah yang diberi nama Cetya Ratna Vidya Loka serta pembentukan kepengurusan yang bertujuan untuk mengembangkan agama Buddha yang efisien dan tepat sasaran yang terdiri dari :
                                    Ketua              : Cipto Sudarmo
                                    Sekretaris        : Sulam Hadiwijaya
                                    Bendahara       : Mursidi

Dibantu seksi Kemasyarakatan
1. Madnasrip
2. Wiryo Sukarto
3. Atmo Suwarno
4. Suroto
Seiring perkembangan waktu sejak di bangunnya Cetya Ratna Vidya Loka dan kepengurusannya, hingga sekarang terjadi pergantian nama yang tadinya Cetya Ratna Vidya Loka menjadi Vihara Ratna Vidya Loka serta pergantian kepengurusan. Atas jerih payah dari pengorbanan para sesepuh maka perkembangan agama Buddha di Desa Banjarpanepen yang sangat pesat, hingga meluas se-kecamatan Sumpiuh dan sekitarnya.

Permasalahan Umat Buddha
Kehidupan  umat pada umumnya sangat sederhana. Mata pencaharian mereka adalah petani dan setiap harinya membuat gula merah. Penghasilan yang tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari membuat sulitnya bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Biaya pendidikan yang mahal membuat umat sulit menyekolahkan puter-puterinya. Meskipun demikian umat Buddha menyadari betapa pentingnya pendidikan di sekolah, maka dengan penuh pengorbanan dari beberapa generasi penerus mengabdi di vihara sebagai tempat tinggal dan menjadi anak asuh salah satu anggota Sangha di Vihara Nusa Dhamma Cilacap, yang di bimbing oleh Bhante Jagaro Mahathera. Dan mengabdi di tempat lain sebagai anak asuh agar tetap dapat bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Permasalahan di Vihara Ratna Vidya Loka juga timbul dalam hal perawatan bangunan vihara dan pembinaan kepada umat, dan menaruh harapan agar dapat merenovasi dan membangun kembali vihara yang kokoh, karena vihara yang usia bangunannya sudah tua. Tetapi untuk melaksanakan semua ini tidak mudah sebab memerlukan biaya yang sangat besar. Letak vihara yang di pegunungan dan jarak dari kota yang lumayan jauh menyulitkan mendatangkan Dhammaduta dan jarang memiliki kesempatan mendengarkan ceramah dari para bhikkhu.

1 komentar:

  1. Haloo.
    Saya ingin tahu lebih jauh tentang desa ini, bisa kah anda membantu saya dalam memberikan perkembangan info desa ini yang sudah 5 tahun lewatnya?

    anda bisa memberikan info ini via e-mail saya di michaelpienw@gmail.com

    Trims.

    BalasHapus